--- Perjuangan Kapolres Kotim Padamkan Karhutla di Mentaya Seberang, Tempuh Medan Sulit dengan Sepeda Motor - NewsPortal

Perjuangan Kapolres Kotim Padamkan Karhutla di Mentaya Seberang, Tempuh Medan Sulit dengan Sepeda Motor

R

Redaksi Catatan

Jurnalis

29 September 2026

19:51 WIB

Perjuangan Kapolres Kotim Padamkan Karhutla di Mentaya Seberang, Tempuh Medan Sulit dengan Sepeda Motor

Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Sidhimantra Berjibaku Padamkan Api.(C-20)

 

CATATAN.CO.ID, Sampit – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus dilakukan di tengah kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.

 

Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan kebakaran dilakukan secara maksimal. Untuk mencapai titik api, rombongan harus menempuh medan yang hanya dapat dilalui menggunakan sepeda motor.

 

Kondisi lahan yang sulit dijangkau menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Petugas harus bergerak menyusuri jalur sempit dan medan yang cukup berat untuk mendekati titik-titik api.

 

Di tengah kondisi tersebut, kekompakan lintas instansi terlihat dalam penanganan karhutla. Personel Polres Kotim bersama anggota TNI, petugas pemadam kebakaran (Damkar), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bahu-membahu melakukan pemadaman dan pengendalian api di lokasi.

 

Masing-masing personel bergerak sesuai tugas dan perannya. Petugas berupaya menjangkau titik api, melakukan penyiraman, sekaligus memantau area sekitar untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

 

Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi karhutla yang memiliki medan cukup sulit. Tidak hanya mengandalkan kendaraan dan peralatan pemadam, petugas juga harus berjalan maupun menggunakan sepeda motor untuk membawa peralatan mendekati lokasi kebakaran.

 

Di lokasi, Kapolres bersama personel dan pihak terkait juga melakukan berbagai upaya untuk mencegah api semakin meluas. Salah satunya dengan membuat kanal selebar sekitar dua meter sebagai sekat untuk membatasi pergerakan api.

 

Pembuatan kanal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kobaran api tidak terus menjalar ke area lahan lainnya, khususnya di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

 

Namun, upaya pemadaman masih menghadapi kendala berupa minimnya sumber air di sekitar lokasi. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara maksimal dengan cepat dan membutuhkan upaya tambahan dari petugas.

 

Jarak antara sumber air dengan titik kebakaran membuat personel harus mengatur penggunaan air secara efektif. Di sisi lain, kondisi medan yang sulit dan keterbatasan selang pemadam juga menjadi tantangan tersendiri dalam membawa peralatan maupun air menuju lokasi.

 

Meski demikian, personel gabungan tetap melakukan pemadaman secara bersama-sama. Setelah api berhasil dikendalikan di sejumlah titik, petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan bara api yang masih tersisa tidak kembali menyala dan memicu kebakaran baru.

 

Kekompakan Polres Kotim, TNI, Damkar, dan BPBD tersebut menjadi wujud sinergi dalam menghadapi ancaman karhutla. Upaya di lapangan dilakukan secara bersama, mulai dari pemantauan, pemadaman, pembuatan sekat kanal hingga pendinginan.

 

Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

 

Menurutnya, pembakaran lahan dapat menyebabkan api sulit dikendalikan, terutama saat kondisi lahan kering dan sumber air terbatas.

 

“Mari bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena api bisa dengan cepat meluas dan membahayakan lingkungan maupun masyarakat,” imbaunya.

 

Kapolres Kotim juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam mencegah karhutla dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

 

“Pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan peran serta seluruh masyarakat,” tegasnya.

 

Selain itu, bentuk ketegasan Kapolres Kotim dalam penanganan karhutla juga terlihat dari kekuatan penuh polres yang dikerahkannya.

 

“Personel kami tidak hanya aktif bergerak untuk pemadaman di lapangan, ada juga yang menbantu suplai air, serta khusus untuk penindakan jika ditemukan ada unsur pidananya,” tegas Kadek.(C-20)

Bagikan artikel ini: